Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Asal usul Free Fire yang membuatnya tidak akan di-banned di India

Bagi temans yang tertarik dengan situasi Game buatan China di India bisa baca artikel di bawah. 

PUBG Mobile dan beberapa aplikasi buatan China di-banned di India

Mari kita bahas asal usul Free Fire yang menjadi salah Game Mobile Battle Royale populer. 

Free fire garena

Oke, saya yakin temans sudah tahu ya mengenai beberapa negara yang mulai memboikot produk China. Contoh di India. Smartphone dan Software yang berasal dari China mulai dihapus atau dibuang. 

Kali ini saya akan membahas apakah Free Fire juga merupakan produk buatan China dan akan diboikot? 

Sebenarnya Free Fire dibuat oleh negara mana? 

Perusahaan yang membuat Free Fire 111dots berasal dari Vietnam. Jadi tidak, Free Fire tidak berasal dari China. Lalu Publisher-nya, Garena, apakah dari China? 

Tidak! 

Garena didirikan di Singapore pada tahun 2009. Dibangun dan sampai saat ini dipimpin oleh Forrest Lin, selaku CEO Garena. 

Forrest li garena

Nah intinya Free Fire bukan Game yang dibuat oleh perusahaan di China.

Bagaimana dengan Forrest Lin? 

Lahir di Tianjin, China, pada tahun 1977.

Loh dia orang China?

Tunggu dulu mari kita lanjutkan di bawah. 

Meskipun dia lulusan jurusan bisnis di Stanford Business School dan lulusan Engineer di Shanghai Jiaotong Universiry, ternyata si abang ini anak warnet loh. Dia suka menghabiskan waktu kosongnya di warnet. 

Dia juga sangat mengidolakan Steve Jobs dan menjadikannya sebagai panutan hingga menjadi sukses seperti sekarang. 

Nah akhirnya dia pindah ke Singapore bersama istrinya, Liqian Ma. Dan di sanalah Garena didirikan. Dia lalu mendirikan Shopee juga. Dan kekayaannya mencapai $2,5 Miliar. (Hitung dah dari USD ke Rupiah). 

Nah jadi sudah tahu kan asal usul Garena. Meski dia lahir di China tapi sekarang dia sudah menjadi warga negara Singapore. Jadi kecil kemungkinan Free Fire ditutup jika misalnya kita juga ikutan seperti India. 

Karena bukan produk China. 

Garena itu apa? 

Garena

Ternyata Garena adalah singkatan dari "Global" dan "Arena". Dan pada saat itu mereka hanyalah sebuah Digital Training Company yang berlokasi di Asia Tenggara. 

Digital Training Company itu apa? Intinya adalah perusahaan yang bergerak di bidang pasar digital. Sebutannya Publisher dah, paling gampangnya. 

Perusahaannya semakin terkenal saat mereka meluncurkan Free Fire. Pada tahun 2015 kekayaannya sudah mencapai $2,5 Miliar. Tahun 2017 Free Fire rilis, dan sudah pasti dia makin kaya. Uhu.. 

Sebenarnya Garena itu sudah sangat terkenal juga. Karena salah satu Game MOBA terkenal yaitu, League of Legends, diurus oleh mereka. Tapi syukur dah League of Legends Wild Rift tidak diambil mereka. 

Loh kenapa? Kalau sudah lama bermain Game Online yang di-publish oleh Garena pasti tahu kenapa. Tapi saya di sini tidak akan menceritakan kejelekan Publisher yang satu ini. Jadi mari fokus ke asal usul Garena. 

Kenapa Free Fire bisa sangat populer? 

Alasannya sangat simpel. 

Yaitu mereka mentargetkan Smartphone atau Device dengan spesifikasi menengah ke bawah. Ini yang menjadi kelebihan terbesar dari Game Mobile Battle Royale ini. 

Selain itu Free Fire dirilis 1 tahun lebih cepat dari PUBG Mobile (2018). 

Jadi jangan disebur burik lagi(kenyataan sih) karena target pasar mereka berbeda dengan PUBG Mobile. Di samping ternyata Garena tidak tinggal diam. 

Update terbaru yang sangat mereka banggakan adalah, Free Fire Max. Seperti apa Update-nya? Bisa mampir di artikel di bawah. 

Update Free Fire Max

Kesimpulannya adalah Free Fire kecil kemungkinan akan di-banned di India. Kita apa lagi. 

Meskipun Free Fire bukan Game buatan negara China, nyatanya adalah Indonesia mempunyai hubungan yang baik dengan China. Jadi ya tidak mungkin produk China kita boikot. 

Tapi memang ada isu yang mengatakan bahwa Free Fire akan dilarang di Indonesia. Karena temans tau sendiri betapa gilanya para bocah bermain Free Fire. Bahkan sampai diberitakan di TV. 

Takutnya adalah akan berdampak buruk ke perkembangan si anak. Dan ujung-ujungnya adalah Free Fire harus dilarang. Terus kenapa PUBG Mobile tidak? 

Karena untuk bermain PUBG Mobile membutuhkan spesifikasi yang cukup tinggi. Kebanyakan para bocah memiliki Smartphone dengan spesifikasi rendah. 

Masih harus saya jelaskan lagi? 

Intinya mereka tidak bisa bermain PUBG Mobile dengan Smartphone mereka.

Mau menggunakan GFX Tools? Kena banned dong? 

Paling larinya ke Mobile Legends. Wkwkwk. 

Tapi harusnya Free Fire tidak akan di-banned di negara kita. Kecuali scenario terburuk yang saya sebutkan di atas. Di mana perkembangan anak-anak terganggu. Dan itulah yang akan menjadi alasan terkuat agar bisa menutup layanan Free Fire di Indonesia. 

Post a Comment for "Asal usul Free Fire yang membuatnya tidak akan di-banned di India"

Jadi temans diskusi